Order 0857 85 3030 44, | Baca ABOUT US Sebelum Order !!!!


The Shop

LoadingUpdating...
Film Perjuangan Indonesia

 

Nederlands Indie - Perang Indonesia

[ DVD ORIGINAL ]



Kalo mau Murah bisa dapetin Copy-nya KLIK DISINI



Film sejarah pendudukan belanda di asia terutama di indonesia. dimana video ini bahKan lebih banyak menyorot aksi propaganda jepang serta cuplikan cuplikan video bung karno.



video dokumenter yang wajib dimilki dimana semua yang ada di dalamnya asli dari koleksi perpustakaan di belanda.



 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.1.266.000

Einde Van Indie - Perang Indonesia

[ DVD ORIGINAL ]



kalo mau murah pesen Versi Copy-nya DISINI



Video dokumenter asli tentang kondisi perang di indonesia



pada jaman sebelum tahun 1945 yang direkam oleh team dokumenter dari belanda.



sangat langka !!!





 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.1.266.000

Strijd Om Indie - Perang Indonesia

[ DVD ORIGINAL]



Kalo Mau Murah , Copy-nya doank juga bisa KLIK DISINI



Video dokumenter tentang konfrontasi indonesia belanda di tahun 1945. gambar asli yang direkam dan dikomentasikan komunitas dokumenter perang dari belanda.



sangat sayang untuk anda lewatkan. terdiri dari 2 DVD dengan BOX slip case.





 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.1.266.000

Murudeka 17805

Film Merdeka mengundang kegusaran masyarakat Indonesia di Jepang. Lantaran Jepang terlalu ditampilkan sebagai pahlawan.
Merdeka Sutradara : Yukio Fuji Skenario : Ishimatsu Aibutsu Pemain : Jundai Yamada, Lola Amaria Produksi : Tokyo Film Production Asano-san yang terhormat

…Saya menghimbau agar bagian-bagian adegan film yang tidak patut atau berlebihan dapat dihilangkan. Khususnya adegan seorang nenek tua Indonesia mencium kaki tentara Jepang pada bagian awal film tersebut, yang merendahkan martabat dan melukai hati bangsa Indonesia….

Demikian bunyi surat Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Soemadi D.M. Brotodiningrat, yang diluncurkan Maret silam kepada Katsuaki Asano, Presiden Tokyo Film Production. Tentunya kini kejengkelan Soemadi bertambah hebat. Itu lantaran film Merdeka yang diprotesnya tetap beredar di bioskop-bioskop Jepang tanpa menghilangkan beberapa bagian yang dianggap melukai hati bangsa itu.


next di bawah
Murudeka 17805Detail Produk
Awal "geger" ini bermula dari Juni tahun 2000. Suatu hari, beberapa sineas Jepang mengajukan izin membuat film berjudul Merdeka 17805 atau Dokuritsu 17805 di Indonesia kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Mereka bekerja sama dengan Rapi film. Pihak kedutaan kemudian berpendapat bahwa ada beberapa bagian sinopsis yang kurang akurat dan harus diperbaiki. Perekaman film lalu dilaksanakan di Jakarta dan Yogya. Tapi kemudian, tatkala pihak KBRI diundang menghadiri preview pada Februari 2001, alangkah terkejutnya mereka melihat bagaimana film itu menonjolkan Jepang sebagai juru selamat.

Adegan penyambutan pendaratan pasukan Jepang di pantai Jawa, yang melukiskan seorang ibu tua (dimainkan oleh seorang ibu berumur 60 tahun di Kasongan, Yogya) mencium kaki serdadu Jepang sebagai mesias yang ditunggu-tunggu, dianggap keterlaluan. Memang ada ramalan terkenal dari Jayabaya tentang bakal datangnya orang-orang kuning. "Saya bilang ke sutradaranya, ramalan Jayabaya tidak menyebut Jepang juru selamat. Jayabaya hanya menyebut akan datangnya orang kate," kata Syahry Sakidin, Kepala Bagian Penerangan KBRI di Tokyo. Syahry melihat film ini cenderung bertendensi membangkitkan glorifikasi Jepang.

Bagaimana reaksi para penonton Jepang? Dengar pendapat dua orang kakek Jepang yang mengalami pahitnya Perang Dunia II. Watanabe, 90 tahun, ke kantor KBRI untuk menyampaikan bahwa adegan cium kaki itu sangat merendahkan martabat bangsa Indonesia. Ia berkata tegas: "Dame!" (Tidak boleh). Prof. Dr. Fukuoka, M.D., 90 tahun, salah seorang mantan dokter tentara Jepang di Sulawesi utara, yang dahulu memihak Indonesia dan kini Ketua Alumni Kursus Orientasi Indonesia (KOI ), juga sependapat. Warga Jepang ini mengatakan bahwa mereka khawatir, film itu akan membawa semangat militerisme bagi rakyat Jepang. Umumnya pemuda Jepang kini mengalami sindrom takut perang, sejak kekalahan Jepang atas pihak Sekutu "Ini keadaan yang lebih baik ketimbang militerisme yang membawa kehancuran," kata Fukuoka. Akan halnya seorang guru muda bahasa Jepang bernama Chie Kase, ia melihat di balik film ini adalah partai-partai sayap kanan yang selalu berusaha mencuci aib sejarah Jepang. Buktinya? "Koran Sankei Shimbun yang berhaluan kanan memuat resensi film itu sepanjang tiga halaman dalam bentuk iklan. Bukan tak mungkin nanti kelompok kanan membuat film-film sejenis di Cina, Korea, Myanmar, Filipina," demikian Chie Kase mengemukakan analisisnya.

Mengidentifikasi Jepang sebagai juru selamat memang naif. Ucapan Lola di film saat melihat kekasih Jepangnya meninggal dunia sembari berteriak, "Jepang memang kalah perang tapi kamu menang," (lihat Merdeka Versi Fuji-San) memang terlalu simplistik dan murah meriah. Tapi apa benar sesungguhnya sutradara Fuji Yukio dan penulis skenario Ishimatsu Aibutsu sama sekali tak menghiraukan perasaan orang Indonesia? Sesungguhnya, sebelumnya, terlihat pada skenario asli yang menampilkan 10 adegan yang terlalu didramatisir, kesepuluh adegan itu dibuang.

"Adegan tokoh yang saya perankan ada yang seharusnya menangis-nangis meminta tentara Jepang segera berperang membantu Indonesia, dan itu akhirnya dilenyapkan," tutur Lola Amaria, satu-satunya aktris Indonesia yang berperan sebagai Suster Ariyati, yang berpacaran dengan Letnan Shimazaki. Sesungguhnya, dalam adegan itu ia harus merengek-rengek, berkata. "Ayolah, Shimazaki, kita perang. Kalau pemimpinnya tidak ada, kita akan kalah semua."

Sejarah memang berisi paradoks. Peran Jepang dan sikap Indonesia terhadap Jepang di masa itu tentunya tak bisa dibuat sebagai suatu sikap yang homogen. Apalagi mengingat begitu banyak catatan yang memperlihatkan sikap Sukarno terhadap romusha. Itulah sebabnya, membuat film dengan latar belakang sejarah akan selalu penuh problem, terutama karena buku-buku sejarah sering melupakan sikap masyarakat yang luar biasa tertindas di masa pendudukan Jepang.

Akhir film itu mencapai tahun 2000. Di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Aryati menyembahkan rangkaian bunga di atas dua kuburan serdadu Jepang. Aryati menyatukan tangan memberi hormat: "Di Indonesia, jiwa prajurit yang mengorbankan hidupnya dalam perang kemerdekaan akan naik surga, menjadi bintang yang dinamakan orang bintang kemerdekaan, yang akan membimbing kita," demikian bisiknya.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.50.000

40 Years of Silence - Dokumenter G 30s/PKI

SINOPSIS: “40 Years of Silence: An Indonesian Tragedy” adalah film dokumenter tentang salah satu peristiwa mengerikan dalam sejarah Indonesia. Dalam pembunuhan massal ini, diperkirakan sekitar 500 ribu sampai 1 juta orang secara sistematis dibunuh pada tahun 1965-1966, ketika Jenderal Suharto memulai pembasmian besar-besaran terhadap mereka yang dituduh anggota komunis PKI.
Film ini mengambil pendekatan multi-generasi dan menampilkan testimoni dari empat orang korban dan keluarga mereka yang untuk pertama kalinya mendapat kesempatan berbagi tentang stigmatisasi masyarakat, kekerasan-kekerasan, dan trauma yang mereka alami 40 tahun setelah insiden mengerikan itu.

TRAILER: http://www.youtube.com/watch?v=xtFhMG5cyYA


.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.50.000

Max Havelaar (1976)

Max Havelaar diangkat menjadi asisten Lebak setelah asisten sebelumnya meninggal dunia. Max yang idealis, melihat adanya ketidak-adilan dalam kepemimpinan di Lebak, baik dari pemerintah Hindia Belanda maupun dari kalangan bupati dan priyayi. Max yang merasa sudah bersumpah untuk melindungi rakyat, bersikeras untuk menegakkan keadilan. Akhirnya Max dan istri berkesempatan mendengar cerita sebenarnya di balik meninggalnya asisten terdahulu dari janda Slotering (RIma Melati).




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.100.000

Mereka Kembali 1972

Film Mereka Kembali (1972) :
Kisah "Long March" Divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, saat gagalnya Perjanjian Renville 18 Desember 1948. Panglima Sudirman memerintahkan Divisi Siliwangi kembali. Perjalanan panjang itu merupakan perjalanan penuh derita dan penuh hambatan, baik menghadapi Belanda, maupun menghadapi gerombolan Darul Islam (DI)




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.35.999

Komando Samber Nyawa

Peleton Serma Hasyim dari Kompi Letnan Widodo adalah pasukan yang terdiri dari orang-orang pemberani. Untuk menggantikan anak buah Sersan Hasyim yang gugur, maka didatangkan Kopral Abimanyu. Abimanyu suka berpakaian perlente, tidak banyak bicara dan tidak disukai Serma Hasyim. Hasyim mengira Abimanyu cuma pandai bersolek dan tak mampu bertempur.

Kenyataannya lain. Abimanyu punya perhitungan matang dan kewaspadaan tinggi. Hal ini ia buktikan ketika ia berhasil menyelamatkan pasukan dari ancaman ranjau darat. Juga andil dalam membebaskan desa Marga Sari dari serbuan Belanda. Dalam penyerbuan markas Belanda di gunung Kapur, Serma Hasyim mengerahkan anak buahnya termasuk Gardini, kekasihnya. Tanpa setahu teman-temannya, Abimanyu memasang dinamit di sekitar gunung Kapur. Gunung Kapur itu dapat diledakkan dan hancur. Kembali Abimanyu yang dianggap bodoh, menunjukkan hebatnya sebagai prajurit.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.35.000

Kereta Api Terakhir

Sebuah kisah dengan latar belakang gagalnya Perjanjian Linggarjati, yang tentu didekati dengan sikap romantik, baik terhadap kepahlawanan, maupun kisah cinta di baliknya. Markas Besar tentara di Yogya memutuskan untuk menarik semua kereta api yang ada ke Yogya. Alat angkut ini penting untuk transportasi. Untuk itu ditugaskan Letnan Sudadi (Rizawan Gayo), Letnan Firman (Pupung Harris), dan Sersan Tobing (Bangun Sugito) untuk mengawal semua kereta yang akan diberangkatkan dari stasiun Purwokerto, dengan kerja sama Kol. Gatot Subroto (Soendjoto Adibroto). Sudadi mengawal kereta yang pertama, Firman dan Tobing mengawal kereta terakhir. Perjalanan kereta terakhir yang penuh hambatan ini yang jadi pokok cerita: pengungsi yang memadati kereta, serangan-serangan Belanda, dll. Diutarakan juga kepahlawanan para pegawai kereta api, terutama kondektur Bronto (Deddy Sutomo). Dan diselipkan kisah cinta antara Firman dan dua Retno yang ternyata merupakan gadis kembar.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.40.000

JANUR KUNING

JANUR KUNING : SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

PEMAIN : Kaharuddinsyah, Deddy Sutomo, Dicky Zulkarnaen.

SUTRADARA : Alam Rengga Surawijaya



Yogyakarta 19 Desember 1948

Tentara penjajah menyerang kota jogjakarta dengan pesawat tempurnya. Pejuang tidak tinggal diam dan dibawah pimpinan parjo. Membuat strategi dalam penyerangan balik terhadap penjajah.

Pemerintah belanda membatalkan perjanjian genjatan senjata dan menyerang kota jogjakarta.dan belanda memasuki kota jakarta dengan penyerangan yang bertubi-tubi. Penduduk pun ketakutan, pejajah itu menyandra penduduk kota yogyakarta

Genjatan senjata pun terus menerus! Belanda masih mencari Soeharto ke berbagai pelusuk kota yogyakarta.

Pejuang menyusun strategi dalam penyerangan untuk mengusir tentara penjajahan belanda. Kemudian pejuang myerang markas belanda. Dan pejuangpun berhasil menunjukan bahwa bangsa indonesia mempunyai kekuatan perang yang kuat. Dan pejuang pun merencanakan serangan umum 1 maret 1949 dengan tanda janur kuning yang digantungkan dileher.

Mereka para pejuang pun bertempur dengan janur kuning dilehernya,akan tetapi salah satu pejuang yang bernama Komar salah menghitung hari, penyerangan umum 1 maret dia menyerang pada tanggal 28 Feb, untuk itu serangan dihentikan dan pasukan kembali.

Untuk keesokanya pada tanggal 1 maret 1949 para pejuang pun akan menyelanggarakan serangan Umum 1 maret 1949 mereka menyusun strategi penyerangan dengan dimukainya sirine setiap pagi- yang dilakukan belanda. Pertempuran janur kuning dengan penjajahan belanda sangat menegangkan. Suara tembak dan bombardir yang menghebohkan. Para pejuang terus maju dengan tekad yang kuat.

Dalam sidang umum PBB delegasi indonesia memperjuangkan dengan gigih nasib indonesia perlawanan rakyat dan bergelora di seluruh tanah air seperti serangan umum 1 maret 1949 memperkuat diplomasi politisi kita di PBB

Berkibarlah Bendera Merah Putih

MERDEKA…MERDEKA..MERDEKA
JANUR KUNINGDetail Produk
Acts of war in the Yogyakarta which is then known as the General Attack 1 March, which involves a lot of character and merit, as Suharto (Kaharuddin Shah) and Sudirman (Deddy Sutomo). This colossal film explores the physical struggle in the vicinity of the airfield raid Maguwo by the Netherlands, and the seizure of the city of Yogyakarta, led by Lt. Col. Soeharto. This figure became the central figure and many recounted his role in the war. However, he did not until the cast intact, because his character presented only one side only. This long film is more documentation.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.35.999

OEROEG 1993

Oeroeg adalah film yang dibuat oleh sutradara asal Beanda Hans Hylkema tahun 1993.berdasarkan novel berjudul sama karya Hella Haase yang diterbitkan pertama kali tahun 1948.

detail sinopsisnya bisa dibaca di bawah ini.
OEROEG 1993Detail Produk
Untuk yang menyukai Film-film sejarah bersetting era perjuangan, Film berjudul OEROEG ini menarik untuk ditonton.
Film yang bersetting di Perkebunan Teh Sukabumi ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki sebuah keluarga kaya Belanda yang tumbuh dewasa bersama anak laki-laki pembantunya, seorang bumiputera bernama Oeroeg. Alur hidu…p mereka akhirnya menempuh jalan yang berbeda setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Perang Kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Kedua sahabat lama ini dipertemukan lagi di tengah-tengah perang antara pejuang kemerdekaan Indonesia dan pasukan Kerajaan Belanda dan dihadapkan dengan jurang perbedaan ideologi dan nasionalisme yang kini telah memisahkan persahabatan mereka begitu jauh.

Jalan cerita Film tersebut

Johan ten Berghe adalah seorang tentara Kerajaan Belanda yang lahir dan besar di Hindia Belanda lalu meneruskan kuliahnya di Belanda sebelum direkrut menjadi tentara dan kemudian dikirim lagi ke Indonesia dalam misi perang yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda. Ia juga hendak menelusuri keberadaan Hendrik ten Berghe, ayahnya yang adalah seorang pejabat Hindia Belanda dan pemilik perkebunan di daerah Kebonjati yang hilang dan kabarnya ditawan oleh tentara Jepang.

Di Hindia Belanda yang kini telah menyatakan kemerdekaan secara sepihak menjadi Indonesia, dia memperkenalkan dunia masa kecilnya kepada temannya Twan dalam perjalanan yang terjalin dengan kisah-kisah persahabatan masa kecilnya dengan seorang bumiputera sahabat lamanya yang merupakan anak laki-laki baboe (pembantu) ayahnya, yaitu Oeroeg.

Sesaat sebelum menemukan ayahnya yang sudah meninggal di tengah-tengah Perang Kemerdekaan Indonesia, ia mengalami pertemuan singkat dengan Oeroeg yang kini telah bergabung dengan pasukan pejuang kemerdekaan Indonesia. Diceritakanlah persahabatan masa kecil Johan dan Oeroeg dan beruntungnya Oeroeg yang bisa memperoleh pendidikan tinggi karena persahabatannya dengan Johan dan asuhan Lida, guru mereka dan juga induk semang Oeroeg semasa kecil yang menyayangi mereka berdua layaknya seorang ibu.

Film kemudian mengisahkan pencarian Johan akan sahabat lamanya Oeroeg, dan trauma Oeroeg atas kematian ayahnya dengan latar Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Film diakhiri dengan pertemuan kembali Johan dan Oeroeg di sebuah jembatan di antara pertukaran tawanan perang yang berpulang setelah diakhirinya perang kemerdekaan oleh Konferensi Meja Bundar tanggal 27 Desember 1949.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.50.000

Bandung Lautan Api

Kisah berlatar belakang peristiwa 24 Maret 1946 di Bandung, yang membuat kota ini seperti lautan api. Adegan peperangan antara Indonesia-Belanda ini menyita sebagian besar film. Sisanya merupakan kisah konflik Nani (Christine Hakim), gadis Palang Merah, yang menaruh hati pada Priyatna (Arman Effendy), bekas perwira peta. Sementara itu Nani sendiri ditaksir oleh Hidayat (Dicky Zulkarnaen), komandan kompi, komandannya Priyatna juga. Kisah kecil di balik peperangan ini berakhir dengan meninggalnya Hidayat.




 
Berat : 1 kg

Harga: Rp.35.999

 


Switch to our mobile site